Kementerian Pekerjaan Umum siapkan konstruksi permanen jalan Pantura
Thu, 17 Dec 2009 15:42:40 +0700

Rabu, 3 Juli 2013 08:16 WIB

Jakarta, (tvOne)

Kementerian Pekerjaan Umum saat ini tengah menyiapkan konstruksi lebih permanen untuk jalan nasional Pantura Jawa yang memiliki panjang sekitar 1100 kilometer sesuai dengan amanat pembangunan berkelanjutan. "Kami berharap usia jalan bisa lebih panjang lagi meskipun untuk investasi awal membutuhkan biaya lebih besar," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, Kementerian PU saat ini tengah melakukan uji coba beberapa jenis konstruksi jalan di Bojonegoro, Jawa Timur, yang memiliki tanah yang sangat ekstrim. Menurut dia, kondisi tanah di kawasan tersebut dikenal sangat ekspansif, yakni mengembang saat musim hujan dan menyusut di saat musim kemarau sehingga konstruksi jalan di kawasan tersebut harus benar-benar teruji daya tahannya.

Hermanto menyebutkan konstruksi sarang laba-laba dan "pile slab" dipergunakan di jalan Bojonegoro yang masih merupakan bagian dari jalan pantai utara (pantura) untuk wilayah Jawa Timur. Dia mengatakan rencananya penggunaan konstruksi semacam itu akan ditempatkan pada ruas jalan yang memiliki kondisi tanah ekstrim seperti di Bojonegoro.

Hanya saja, dia mengatakan, untuk mengaplikasikan konstruksi tersebut diseluruh jalan Pantura Jawa masih membutuhkan hitung-hitungan kembali mengingat jalan nasional yang ditangani Kementerian PU tidak hanya di Jawa tetapi juga seluruh wilayah Indonesia.

Dia mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum terkait dengan pembangunan jalan nasional akan berpegang kepada penggunaan anggaran yang mencerminkan keadilan mengingat terdapat 3.800 jalan nasional yang juga membutuhkan penanganan, belum termasuk jalan strategis.

Hermanto menjelaskan, untuk jalan Pantura Jawa Kementerian PU telah menetapkan kebijakan untuk meningkatkan kekuatannya�menjadi MST (muatan sumbu terberat) 10 ton, dari kondisi sebelumnya MST 8 ton sehingga usia jalan ditargetkan bisa 20 tahun dibanding kondisi saat ini rata-rata 10 tahun. MST 10 ton untuk truk dengan empat roda, jumlah beban yang dapat diangkut sebesar 16 ton yang terdiri dari berat kendaraan dan muatan. Beban tersebut akan tersebar pada roda depan sebesar 6 ton dan roda belakang 10 ton.

Hermanto mengatakan, penanganan jalan pantura dapat dilakukan dengan menambah ketebalan lapisan jalan agar dapat memenuhi standar MST 10 ton. Kemudian Kementerian PU juga memberlakukan kontrak berbasis kinerja (performance base contract) yakni kontrak pekerjaan jalan yang meliputi perbaikan sekaligus pemeliharaan dalam jangka waktu tertentu.

Dia berpandangan untuk jalan Pantura Jawa standarnya cukup MST 10 ton dengan pertimbangan ke depannya sebagian lalu lintas barang� akan menggunakan jalan tol Cikampek - Palimanan yang saat ini sedang dalam proses konstruksi. Dia menunjuk koridor jalan bukan tol Cikampek - Padalarang yang awalnya sering rusak karena dilalui kendaraan bertonase besar, tetapi dengan beroperasinya jalan tol Cipularang kini jalan tersebut usianya lebih panjang karena kendaraan barang beralih menggunakan jalan tol.

Hermanto mengatakan, pihaknya akan mengaplikasikan konstruksi sarang laba-laba dan pile slab untuk daerah-daerah yang memiliki tanah ekstrim, diluar itu kita menggunakan konstruksi perkerasan aspal. Konstruksi sarang laba-laba merupakan inovasi dan karya anak bangsa telah mendapatkan Penghargaan Konstruksi Indonesia dan Penghargaan Upakarti, serta berhasil diaplikasikan pada jalan Pantura ruas Bojonegoro, pada ruas jalan Sp. Batang-Lubuk Gaung Dumai diatas tanah gambut dan pada ruas jalan Balai Bekuak-Aur Kuning Pontianak diatas tanah lunak.

Kekuatan beban jalan yang menggunakan konstruksi sarang laba-laba didisain memiliki kekuatan mulai dari MST 25 sampai 30 ton. Sementara itu Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Muhidin M. Said mengatakan, konstruksi sarang laba-laba memang dapat diterapkan untuk Pantura namun saat ini lebih diprioritaskan untuk jalan yang kondisi tanahnya tidak bagus.

"Kalau diaplikasikan di jalan Pantura Jawa memang ke depannya akan memperkecil biaya pemeliharaan tetapi harus dipertimbangkan anggaran yang dimiliki pemerintah saat ini masih terbatas sementara jalan nasional yang harus ditangani masih banyak," ujar Muhidin.

Dia mengatakan, pemeliharaan jalan nasional sampai saat ini masih berpegang kepada renstra (rencana strategis) Kementerian PU yang mentargetkan kondisi jalan nasional tahun 2004 mantap 94 persen. "Jalan-jalan yang kondisi tanahnya stabil tetap dapat menggunakan perkerasan aspal, tetapi kalau yang kondisi tanahnya ekspansif dapat menggunakan perkerasan rigid termasuk konstruksi sarang laba-laba," ujar dia.

Pemerintah, kata Muhidin, akan terus mengurangi beban jalan Pantura Jawa yang sudah terlalu padat dengan lalulintas barang, diantaranya dengan menyelesaikan jalur kereta api ganda yang ditargetkan tahun 2013 sudah dapat dipergunakan. (Ant)

http://nasional.tvonenews.tv/berita/view/72055/2013/07/03/kementerian_pu_siapkan_konstruksi_permanen_jalan_pantura.tvOne



Tue, 29 Dec 2009 20:49:11 +0700
PENGHARGAAN UPAKARTI


Thu, 17 Dec 2009 15:42:40 +0700
Kementerian Pekerjaan Umum siapkan konstruksi permanen jalan Pantura


Sat, 27 Jun 2009 14:27:56 -0700
Bandara Baru Tarakan Gunakan Konstruksi Sarang Laba-Laba


Sat, 27 Jun 2009 14:08:54 -0700
Malaysia Uji Konstruksi Sarang Laba-laba di Tarakan


Fri, 30 Oct 2009 17:19:26 +0700
PU Rekomendasikan Penggunaan Konstruksi Sarang Laba-Laba di Lintas Gempa


Fri, 17 Jul 2009 10:54:11 +0700
“Gunakan Produk Konstruksi Nasional” - Koran Republika