“Gunakan Produk Konstruksi Nasional” - Koran Republika
Fri, 17 Jul 2009 10:54:11 +0700

REPUBLIKA

Senin, 8 Juni 2009

 

‘ Gunakan Produk Konstruksi Nasional ‘

 

JAKARTA – Pemerintah Seharusnya menggunakan produk buatan Indonesia dalam pembangunan konstruksi.

“Kemandirian ekonomi sangat dibutuhkan terutama disaat menghadapi krisis global seperti kondisi sekarang ini, ”kata Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Firmanzah di Jakarta, akhir pekan ini.

Firmanzah mengatakan, negara dengan basis ekonomi yang disokong produk dalam negeri akan mampu bertahan di tengah – tengah belum pulihnya krisis ekonomi dunia, setidaknya pertumbuhan tetap terjaga.

Firmanzah yakin, pembangunan konstruksi yang bersumber produk asal Indonesia akan menggerakkan industri dalam negeri yang berarti menyerap banyak tenaga kerja.

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam Rapimnas Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mengajak semua pihak yang terlibat di sektor konstruksi menggunakan produk dalam negeri. ”Sesuai dengan Inpres No. 2 tahun 2009 tentang penggunaan produk impor seandainya sudah di dapat dari dalam negeri,” ujarnya.

Menteri PU juga menyambut baik penggunaan konstruksi sarang laba-laba hasil karya anak bangsa bagi pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia serta terbukti menyerap tenaga kerja. ”Konstruksi Sarang Laba-Laba yang ditemukan Ir. Ryantori dan Ir. Sutjipto terbukti kokoh terhadap gempa saat gempa melanda Aceh bangunan yang menggunakan teknologi ini tetap berdiri, sementara lainnya rata dengan tanah,” jelasnya.

Konstruksi ini sudah dipergunakan di Bandara Udara  Hang Nadim Batam, Apron dan Exit Taxiway Bandara Juwata Tarakan Kalimantan, gedung terberat 900 ton Pasaraya Sriratu Semarang, Hotel Country 11 lantai Ujung Pandang, jelasnya.

Bahkan, sejumlah Rusun sudah mengadopsi teknologi ini, mulai dari Rusun Polri di kalideres, Rusun Bandar harjo Semarang, Rusun Rungkut Manunggal Surabaya, Rusun Keputran  juga di Surabaya.

Serta terakhir konstruksi yang menggunakan padat tenaga kerja dengan peralatan sederhana juga sudah diaplikasikan dalam pembangunan jalan di kalimantan Barat.

Djoko Kirmanto mengatakan, di tengah – tengah iklim ekonomi di luar  negeri belum pulih, produk Indonesia tersebut sektor konstruksi seharusnya menjadi andalan bagi pembangunan di Indonesia. ”Sepanjang teknologi ini dapat diaplikasikan di lokasi serta biayanya tidak mahal, kemudian yang terpenting dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak (padat karya), ”kata Menteri PU.

”Tetapi teknologi ini harus juga dilihat dari aplikasinya, kalau untuk jalan, pelabuhan udara, dapat diterapkan, akan tetapi kalau untuk irigasi apalagi yang kecil mungkin perlu menengok teknologi lain yang lebih murah, ”ujarnya.

Sementara itu ketua Umum Gapensi, Soeharsojo mengatakan, dukungannya kepada pemerintah untuk menggunakan produk di dalam negeri, apalagi jika padat tenaga kerja.

Menurutnya, dengan menggunakan produk dalam negeri otomatis akan memberikan peluang pekerjaan terutama bagi industri bahan bangunan sehingga pada akhirnya ikut mendorong sektor riil.



Tue, 29 Dec 2009 20:49:11 +0700
PENGHARGAAN UPAKARTI


Thu, 17 Dec 2009 15:42:40 +0700
Kementerian Pekerjaan Umum siapkan konstruksi permanen jalan Pantura


Sat, 27 Jun 2009 14:27:56 -0700
Bandara Baru Tarakan Gunakan Konstruksi Sarang Laba-Laba


Sat, 27 Jun 2009 14:08:54 -0700
Malaysia Uji Konstruksi Sarang Laba-laba di Tarakan


Fri, 30 Oct 2009 17:19:26 +0700
PU Rekomendasikan Penggunaan Konstruksi Sarang Laba-Laba di Lintas Gempa


Fri, 17 Jul 2009 10:54:11 +0700
“Gunakan Produk Konstruksi Nasional” - Koran Republika