Bandara Baru Tarakan Gunakan Konstruksi Sarang Laba-Laba
Sat, 27 Jun 2009 14:27:56 -0700

Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSL) buatan "anak negeri" dipergunakan dalam pembangunan Bandara baru Tarakan yang telah dioperasikan saat ini.

"Konstruksi Sarang Laba-Laba sangat tepat dipergunakan di Bandara Tarakan yang memiliki tanah lunak," kata Perencana Proyek Bandara Tarakan, Andy Rukmono saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/12).

Sebagai Konsultan Perencana, kata Andy, PT.Wahana Rekatindo memutuskan penggunaan KSL bagi pembangunan Apron dan Taxiway di Bandara Tarakan yang semula hanya didarati pesawat kecil.

Menurutnya, apabila menggunakan konstruksi beton dan aspal biasa membutuhkan biaya perbaikan yang sangat mahal untuk melakukan perluasan mengingat areal yang dipergunakan bekas tambak.

"Kalau menggunakan konstruksi yang lazim dipergunakan membutuhkan biaya mahal serta besar kemungkinan akan terjadi penurunan, sehingga kami mengadopsi penggunaan KSL di Batam," ujarnya.

KSL terbukti memiliki kemampuan untuk menyebarkan beban di permukaan yang didarati pesawat, sehingga mampu menopang kondisi tanah lunak di bawahnya, katanya.

Menurut dia, keuntungan lain penggunaan KSL adalah penggunaan alat sangat minim karena hanya membutuhkan alat pemadat "Stamper" serta menyerap banyak tenaga kerja karena bidang yang digarapnya luas (Bandara).

Ukurannya 1 tenaga kerja untuk 20 meter persegi, sehingga apabila yang digarapnya 2 hektar berarti membutuhkan 1.000 tenaga kerja untuk menggarap proyek ini, sehingga cara ini merupakan solusi ke depan menghadapi krisis ekonomi, ujarnya.

Pembangunan bandara dengan KSL dapat dikerjakan dengan cepat sangat tepat untuk daerah hujan seperti Tarakan, berdasarkan hasil pengujian meski cepat kekuatannya dapat dipertanggungjawabkan, jelasnya.

KSLL maupun Cakar Ayam merupakan konstruksi buatan "anak bangsa" yang seharusnya dapat dikembangkan untuk pembangunan proyek-proyek konstruksi berstandar internasional seperti di Suvarnabhumi Thailand, ujarnya.

"Bandara Udara Internasional Thailand itu menggunakan konstruksi aspal dan beton, sehingga biaya pemeliharaannya sangat tinggi, sementara KSLL dirancang zero pemeliharaan sampai 50 tahun bahkan direkomendasikan untuk 100 tahun," ujarnya.

KSLL juga terbukti mampu menahan gempa horisontal maupun vertikal, seperti terjadi di Aceh hanya bangunan yang menggunakan KSL yang dapat tegak berdiri sedangkan lainnya hancur. (kpl/meg)

http://nasional.kompas.com/read/2008/12/10/10281998/bandara.tarakan.gunakan.konstruksi.sarang.laba-laba..



Tue, 29 Dec 2009 20:49:11 +0700
PENGHARGAAN UPAKARTI


Thu, 17 Dec 2009 15:42:40 +0700
Kementerian Pekerjaan Umum siapkan konstruksi permanen jalan Pantura


Sat, 27 Jun 2009 14:27:56 -0700
Bandara Baru Tarakan Gunakan Konstruksi Sarang Laba-Laba


Sat, 27 Jun 2009 14:08:54 -0700
Malaysia Uji Konstruksi Sarang Laba-laba di Tarakan


Fri, 30 Oct 2009 17:19:26 +0700
PU Rekomendasikan Penggunaan Konstruksi Sarang Laba-Laba di Lintas Gempa


Fri, 17 Jul 2009 10:54:11 +0700
“Gunakan Produk Konstruksi Nasional” - Koran Republika