Kusmayanto Kadiman

Menteri Negara Riset dan Teknologi

(Harian REPUBLIKA Rabu, 12 Agustus 2009)

Dari 100 inovasi tahun lalu, sudah ada yang mulai masuk pasar dan memang bernilai Ekonomis. Fondasi laba-laba, panser, dan kapal selam buatan dalam negeri yang merupakan hasil inovasi  tahun lalu sudah mulai diproduksi.

 

Djoko Kirmanto

Menteri Pekerjaan Umum

(Harian REPUBLIKA Senin, 8 Juni 2009)

Konstruksi Sarang Laba – Laba yang ditemukan Ir.Ryantori dan Ir. Sutjipto terbukti Kokoh terhadap gempa saat gempa melanda Aceh bangunan yang menggunakan  teknologi ini tetap berdiri, sementara lainnya rata dengan tanah.

 

Drs. H. Darmili

Bupati Kabupaten Simeulue – NAD

( Majalah Konstruksi  November – Desember 2006)

KSLL fondasi yang cocok untuk antisipasi gempa seperti di Kepulauan Simeulue dan daerah rawan gempa lainnya. Untuk direkomendasikan para pelaku pembangunan di daerah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan daerah rawan gempa lainnya di Indonesia dan dunia

 

Prof Dr Z Mawardi Effendi

Rektor Universitas Negeri Padang – Sumatera Barat

(Harian Kompas Senin, 9 November 2009)

Bangunan yang menggunakan Konstruksi Sarang Laba – Laba tidak ada yang roboh, tetapi beberapa yang menggunakan konstruksi lain roboh.

 

Tunas Pratomo

Kepala Bidang Penerbangan Udara Dinas Perhubungan Kalimantan Timur

(Harian Media Indonesia Selasa, 9 Maret 2010)

Bandara Juwata sejak awal sudah menggunakan konstruksi ini. Karena selama uji coba dianggap baik, perluasan Apron pun tetap menggunakan sarang laba-laba.

 

Prof . Dr. Ir T Abdul Aziz Djajaputra, MSCE.

Guru Besar Geoteknik ITB

(Majalah DATAPRO vo.4.10 Juni 2004)

Pondasi ini merupakan sistem pondasi dangkal yang lebih kaku dan hemat, bila dilhat dari segi materialnya. Kelebihan lain dari sistem ini merupakan daya tahan horizontal yang cukup bagus. Karena mempunyai kestabilan yang baik, dimana bila ada geraan kearah horizontal sistem ini dapat ditahan oleh tahanan samping, dimana tekanan samping dari sistem ini cukup besar 

 

Prof. Dr. Ir. Herman Wahyudi

Guru Besar Geoteknik ITS

 (Warta Semen dan Beton Indonesia Vol.7  No.2 – 2009 )

Penggunaan Konstruksi Sarang Laba – Laba dengan tingkat kekakuan kombinasi full slabs dan ribs yang tinggi sebagai rigid pavement pada suatu lapisan swelling soil, mampu untuk mengatasi swelling pressure maupun swelling deformation disaat shrink-swell fenomena terjadi pada active zone.

 

Dr. Ananta Sofwan M.Sc

Civil Engineering Departemen Struktur ITB

(Majalah DATAPRO vo.4.10 Juni 2004)

Fondasi Konstruksi sarang laba-laba merupakan solusi dari pondasi yang dapat diaplikasikan pada kondisi tanah lunak untuk bangunan dua sampai delapan lantai. Secara teknis tidak ada masalah. Kelebihan lain dari sistem ini relatif lebih murah, selain sifatnya lebih kaku bila dibandingkan dengan sistem pondasi sejenis selain pengalaman yang relatif lama 25 tahun.

 

Budi Yuwono

Dirjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum

(Harian Media Indonesia Selasa, 15 Desember  2009)

Kami sudah mengenal sejak lama bahwa konstruksi ini dapat diaplikasikan pada bangunan di daerah gempa.

 

Sumaryanto W

Kepala BPKSDM, Departemen Pekerjaan Umum

(Harian Media Indonesia Kamis, 8 Oktober  2009)

Selain ramah gempa, konstruksi sarang laba-laba mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak.

 

Dr. Ir. Hedy Rahadian, M.Sc

Kepala Balai Geoteknik Pusat Litbang PU Kimpraswil

(Majalah DATAPRO vo.4.10 Juni 2004)

Sejauh ini tidak ada kasus besar yang menunjukan bahwa sistem ini tidak berhasil . Secara kualitatif sistem ini mempunyai kelebihan. Sebagai contoh sistem estimasi sistem struktur dengan tulangan yang sedikit, akan diperoleh sistem kelakuan cukup tinggi yang setara dengan struktur (jenis lain red) pada harga yang lebih mahal. Kalau tanahnya bagus saya kira bisa untuk bangunan yang lebih tinggi. Jadi tergantung pada tanah yang ada dibawahnya.